Kota Cirebon merupakan kota yang memiliki daya tarik tersendiri khususnya bagi wisatawan. Berwisata di kota yang dijuluki dengan “Kota Wali” ini, memang tidak lengkap rasanya jika kita hanya mengunjungi tempat wisata hiburan dan kulinernya saja. Mengunjungi tempat wisata berbau religi yang ada di Cirebon pun tidak ada salahnya untuk sekedar menambah pengetahuan dan pemahaman kamu tentang suatu agama. Makan Sunan Gunung Djati dan Keraton Kacirebonan merupakan beberapa tempat wisata religi yang paling terkenal di Cirebon.

Namun, tahukah Anda bahwa ada salah satu tempat wisata di Cirebon yang menjadi simbol toleransi masyarakat Cirebon sejak dahulu kala. Berikut ini informasi selengkapnya untuk Anda.

Klenteng Talang Sebagai Tempat Peradaban Umat Kong Hu Cu di Kota Wali

pengunjung-klenteng-talang
Pengujung di Klenteng Talang, Cirebon

Terletak di Jalan Talang, No. 4, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Klenteng Toa Lang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Klenteng Talang merupakan tempat wisata religi yang ada di Cirebon sejak tahun 1415. Klenteng yang menjadi tempat peribadahan Umat Kong Hu Cu ini, di dirikan oleh Laksamana Ceng Ho. Beliau merupakan orang Islam yang suka berkelana ke seluruh penjuru dunia. Dahulu kala, sewaktu beliau melintasi Kota Cirebon, kapal yang dipakai untuk mengarungi lautan mengalami kerusakan hingga pada akhirnya beliau memilih Cirebon sebagai tempat untuk beliau menetap.

Laksamana Ceng Ho meminta kepada para awak kapal sekaligus bawahannya untuk mendirikan bangunan sebagai tempat mereka selama ada di Kota Cirebon. Berhubung sebagian awak kapal dari Laksmana Ceng Ho merupakan orang Islam, mereka pun menggunakan tempat ini sebagai tempat ibadah orang Islam pada masanya.

Seiring berjalannya waktu, pada masa pemerintahan Belanda, bangunan ini beralihfungsi menjadi tempat untuk mengurus kepentingan administrasi negara. Namun, setelah era kemerdekaan Republik Indonesia, bangunan dengan ornamental khas negeri Tiong Hoa ini pun sempat diberhentikan aktivitasnya hingga masa Orde Baru berakhir.

Tibalah pada masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia yang ke – 4, Bapak Alm. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mengizinkan sesuatu yang berhubungan dengan orang Tiong Hoa untuk dapat melaksanakan aktivitasnya kembali dan dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lintas agama.

Semenjak saat itu, barulah bangunan ini berfungsi sebagai tempat peribadahan Umat Kong Hu Cu sampai saat ini. Selain berfungsi sebagai tempat peribadahan Umat Kong Hu Cu, tempat ini pun dijadikan sebagai cagar budaya milik Pemerintah Kota Cirebon.

Ornamental Khas Negeri Tiong Hoa

Pada saat memasuki Klenteng yang di dominasi dengan warna merah ini, Anda akan melihat 4 tulisan yang sangat bermakna bagi Umat Kong Hu Cu pada bagian pintu gerbang mereka yakni Kesusilaan, Cinta Kasih,  Kebenaran dan Bijaksana. Keempat tulisan ini memiliki makna tersendiri bagi Umat agama Kong Hu Cu.

Selain bagian depan bangunan yang begitu unik, pengurus sekaligus penjaga Klenteng Talang pun terbilang ramah ketika para pengunjung berdatangan. Tak jarang, mereka sesekali memberi salam hormat yang dilambangkan dengan tangan dikepal di dada kepada tamu yang sengaja datang ke tempat ini untuk beribadah.

salam-hormat-ala-klenteng-talang
Salam Hormat Ala Klenteng Talang, Cirebon

Terdapat pula catatan – catatan historis bagaimana peradaban agama Kong Hu Cu bisa eksis di tanah Jawa tempat kelahiran para Wali Sanga hingga saat ini. Selain dapat menemui jejak – jejak peninggalan kuno para leluhur umat Kong Hu Cu, kita juga dapat melihat langsung bagaimana keadaan di dalam tempat yang menjadi kegiatan peribadahan.

Terdapat hal unik yang dapat dilakukan pengunjung ketika datang ke Klenteng ini, yakni mencoba meramal nasib diri. Tata cara dalam melakukan hal tersebut yakni dengan memegang dua buah benda kecil yang memiliki perbedaan warna di bagian depan dan belakang. Pengunjung yang ingin mencobanya diharuskan berdoa terlebih dahulu di depan malaikat bumi (sebagai perantara) untuk berharap kepada Tuhan tentang apa yang ingin terjadi dalam hidup kita. Selanjutnya, memutar stik kayu yang berisi sekumpulan nomor – nomor dengan syair tertentu sebanyak 3 kali mengelilingi dupa. Setelah itu, kita lemparkan dua benda kecil tadi ke langit dan lihat ke bawah. Jika benda kecil 1 jatuhnya tepat pada bagian atas dan benda kecil 2 jatuhnya pada bagian bawah, maka permohonan kita dikabulkan oleh Tuhan. Sebaliknya, maka permohonan kita belum dikabulkan oleh Tuhan atau kita dapat mengkhusyukkan diri dengan lebih lagi.

Belum selesai sampai situ, jika permohonan kita dikabulkan oleh Tuhan, maka kita melakukan hal yang sama kembali untuk meminta kepada Tuhan tentang bagaimana cara agar kita dapat mewujudkan harapan kita tersebut dengan mengocok stik kayu dengan beragam nomor  yang memiliki syair dan pesannya masing – masing.

Klenteng Talang merupakan salah satu tempat yang sangat direkomendasikan oleh Kost Rumah 9 untuk kamu yang ingin mengetahui keberagaman di Kota Cirebon. Klenteng yang hanya berjarak sekitar 3,8 Km dari Kost Rumah 9, telah menjadi simbol toleransi Masyarakat Cirebon sejak dahulu kala hingga saat ini yang mana masyarakat Cirebon selalu mengedepankan hidup rukun dan berdampingan dalam keberagaman yang ada.  

Review Tempat Wisata Religi di Cirebon : Klenteng Talang   

Share this story to your beloved!